Takut Tertipu? Perhatikan Hal Berikut Sebelum Berdonasi
Di era digital seperti sekarang ini memudahkan siapapun untuk mengirimkan segala informasi ke publik. Salah satunya mengabarkan berita donasi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, baik lantaran keadaan yang menjerat seperti kemiskinan, penyakit yang membuat penderita membutuhkan banyak biaya untuk sembuh, atau bahkan korban bencana alam seperti yang beberapa kali terjadi di Indonesia.
Kini berdonasi secara online sudah ramai dilakukan oleh banyak orang karena kemudahan yang ditawarkan, namun tahukan Anda banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan donasi padahal nanti hasil donasi hanya untuk kepentingan diri sendiri, oleh karena itu pada artikel kali ini akan kami bahas hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan donasi secara online. Simak penjelasan berikut ini :
1. Kenali Terlebih Dahulu Lembaga Penyalur Donasi
Menjamurnya program donasi online, membuat Anda harus ekstra lebih teliti lagi. Mengingat, banyaknya kasus penyalahgunaan donasi menggunakan media internet yang berakhir pada penipuan, lantaran dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Sebelum Anda berdonasi lebih baik Anda cari tahu nama lembaga penggalang dana, alamatnya, serta nomor telepon. Bila perlu, Anda dapat mencari review dari donatur yang pernah memasukkan uangnya pada lembaga tersebut.
2. Cari tahu latar belakang calon penerima dana
Umumnya, dalam pembukaan donasi online, akan ada sosok yang akan diberikan bantuan. Baik dalam bentuk perorangan maupun jumlah banyak. Alasan mengapa Anda harus dengan sukarela menjadi donaturnya pun akan diceritakan dalam bentuk narasi panjang. Bahkan, foto-foto terkait calon penerima dana pun akan diberikan sebagai bukti.
Dari sanalah Anda dapat mengecek kebenaran penggalangan dana tersebut. Di era yang semakin canggih ini, Anda dapat menelusuri nama calon penerima sumbangan, baik melalui mesin pencari maupun media sosial. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari penipuan berkedok derma melalui jaringan internet.
3. Perhatikan rekening yang menjadi tujuan berdonasi
Menambah tingkat kewaspadaan dalam berbagi rezeki, perhatikan rekening yang dipakai untuk pengumpulan dana. Bila lembaga, kembali pada nomor pertama untuk memastikan kredibilitas lembaga sehingga anda dapat mempercayakan uang padanya.
Minta surat-surat izin terkait tindakan mengumpulkan dana dari para donatur, yang umumnya dikeluarkan oleh Dinas Sosial. Akan tetapi, bila ternyata nama pengumpul sumbangan adalah nama individu, pastikan bila ada laporan dari setiap dana yang masuk dari para donatur dan meminta laporan pertanggungjawaban dari kegiatan penggalangan dan penyaluran dana yang pernah dilakukan.
4. Hati-hati dengan email spam berisi ajakan berdonasi online
Tidak sedikit derma palsu dilakukan melalui email yang dikirimkan pada calon korban. Dalam badan pesan tersebut akan tertulis penjelasan terkait cerita calon penerima yang dibuat semenarik mungkin agar orang mau percaya.
Anda akan diarahkan untuk mengklik tautan yang ada pada laman pesan tersebut dan nantinya akan diarahkan pada sebuah situs milik penghimpun dana. Selanjutnya Anda akan mendapatkan keterangan lebih lanjut bagaimana cara untuk berdonasi, seperti apa latar belakangnya, yang bisa jadi semua hanya rekayasa belaka yang diambil dari berbagai situs lain secara asal untuk menarik minat calon korban.
5. Waspadai nama domain yang dipakai
Selayaknya para penipu yang sibuk mengirim SMS berhadiah pada calon korbannya, para penipu yang membentuk badan amal palsu pun akan berusaha membuat situs dengan domain murah untuk menarik calon korban agar percaya. Akan tetapi, biasanya domain yang dipakai berbentuk aneh dan tidak lazim. Sebut saja, bantuananda.xyz, katrinahelp.co.id, atau sejenisnya.
