Mendulang Sukses dengan Sedekah
Banyak kisah sukses tentang orang yang rajin bersedekah, salah satu di antaranya diceritakan seorang insinyur memiliki utang Rp2 milliar, ia bingung. Suatu hari ia menemui seorang ustadz, dan ia dianjurkan bersedekah. Padahal ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Namun ustadz itu melihat, ia masih punya sebuah arloji yang bisa dijual. Insinyur itu pun menyedekahkan arloji satu-satunya yang ia beli di Singapura senilai $S 3.000 (27 juta).
Pernahkan anda mendengar teori The Law of Atrraction (Hukum Ketertarikan Universal) yang berbunyi, “Sesuatu akan menarik segala sesuatu pada dirinya yang satu sifat dengan dirinya”. Hukum ini menjelaskan daya tarik menarik tidak hanya terjadi pada materi namun juga terjadi pada non-materi.
Menurut Erry, seorang yang hobi memancing akan mempunyai kecenderungan berkumpul dengan orang yang hobi memancing juga. Suami-istri akan berjalan lancar dan awet dalam menjalani rumah tangganya kalau lebih banyak persamaan sifat dari pada perbedaannya.
Kalau kita mengeluh dan berputus asa, maka kecenderungan yang tertarik adalah semua yang kita keluhkan baik berupa kesialan atau ketidakberuntungan. Tapi kalau kita bersyukur, menerima dengan ikhlas apa apa yang diberikan oleh Allah Swt, dan bertawakal kepadanya. Maka yang akan tertarik adalah keberuntungan dan dibukanya pintu nikmat, pintu rezeki, pintu hidayah, ampunan dan termasuk kemaslahatan di dunia serta di akhirat. Sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur-an, surat Ibrahim Ayat 7 : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim : 7)
Ayat tersebut berkaitan erat dengan hukum ketertarikan di atas. Jika kita menerapkan nilai-nilai syukur dalam hidup kita seperti: menerima, tidak putus asa, tidak mengeluh, tetap percaya diri dan optimis, berbaik sangka dan lain sebagainya, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita; dengan kata lain menarik nikmat, menarik segala kebaikan, dibukanya pintu rezeki, hidayah dan ampunan.
Tetapi Jika kita kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah Swt, seperti berburuk sangka kepada Allah, egois, mengeluh, putus asa dan segala fikiran yang tidak enak disimpan di hati, maka “sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Azab adalah sesuatu yang tidak mengenakan, sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi kita pasti menerimanya ketika kita tidak mau mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita; dengan kata lain menarik azab, menarik kesialan dan ketidak beruntungan dalam hidup kita.
Sholat merupakan salah satu bentuk syukur. Jangan hanya mengerjakan sholat tapi dirikanlah. Karena dengan mendirikan shalat berarti sholatnya dilakukan dengan ikhlas dan benar. Kemudian menerapkan nilai-nilainya seperti disiplin, rendah hati, optimis, fokus, serius, khusyu, ikhlas, tawakal, sabar, tenang (tumaninah), teliti, taat pada aturan, kejujuran, kebersamaan, persatuan, cinta serta kasih sayang. Shalat merupakan sentralisasi power dengan kekuatan tak terhingga, hanya Allah yang tahu, karena sholat merupakan anugrah Allah Swt begitu sangat besar.
Demikian halnya dengan Shodaqoh, konsep The Law of Atraction pun berlaku; apapun yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, akan mampu menarik segala kebaikan yang merupakan anugrah Allah Swt sebagai bentuk balasan kepada kita yang senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya.
Apa yang kita dapat dari hasil sholat dan shodaqoh kita? Sudah pasti keberuntungan dan nikmat serta anugrah dari Allah yang melimpah ruah, dibukakan segala kemudahan dalam segala hal, dicurahkan rakhmat Allah dari langit dan bumi, kebahagia sejati di dunia dan di akhirat, menjadi manusia yang sukses; yakni manusia yang bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk dirinya melainkan juga untuk masyarakat di sekelilingnya.
Shalat dan Shodaqoh merupakan perpaduan yang sangat serasi, dalam Al-Qur-an banyak kita temukan perpaduan Shalat dengan Shadaqoh, Infaq dan Zakat; yang intinya adalah menafakahkan sebagian rezekinya di jalan Allah. Salah satu di antaranya adalah firman-Nya berikut ini, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (Q.S. Al Faathir : 29)
Keutamaan Sedekah
Apa sebenarnya keutamaan sedekah? Menurut Rasulullah Saw, ada empat keutamaan sedekah. Pertama, sedekah mengundang rezeki. Semakin banyak bersedekah, berarti semakin banyak rezeki yang melimpah. “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”, sabda Rasulullah Saw.
Kedua, sedekah bisa menyembuhkan penyakit. Sedekah bermanfaat untuk membersihkan hati dan pikiran, sehingga secara psikologis dapat membantu dalam proses penyembuhan. Allah menjanjikan melipatgandakan pahala sedekah hingga 700 kali lipat. Dengan bersedekah Rp.100.000,- misalnya, bukan tak mungkin uangnya akan kembali Rp.70.000.000. Sehingga dengan uang itulah si sakit membiayi proses penyembuhannya.
Ketiga, sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, menghilangkan kesulitan. Sabda Rasulullah, “Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitannya, diringankan bebannya, ditolong atas semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, lebih bermasalah. Sedekah adalah jalan terbaik untuk membantu orang lain.” Sabda Rasulullah Saw lagi, “Bersegeralah bersedekah. Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.”
Keempat, sedekah memanjangkan umur. Dengan bersedekah, kehidupan kita akan dipenuhi kebajikan. Selalu tumbuh kepuasan batin dan merasa lebih berbahagia, karena dapat membantu orang lain, dan semakin dicintai para sahabat. Dengan kebajikan, hidup menjadi lebih berkualitas.
Menurut Imam Ghazali, jika orang sudah benar-benar menyadari akan jadi dirinya, tahu perannya sebagai makhluk sosial, dialah muslim yang baik. Dan muslim yang baik ialah mereka yang gemar bersedekah. Allah juga berjanji akan mengabulkan permintaan yang keluar dari mulut orang yang tangannya rajin memberi. Sang Maha Pemurah selalu punya cara untuk melimpahkan rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
